Selasa, 04 Desember 2007

eFinance

PRINSIP KETERBUKAAN DALAM PASAR MODAL

Disclosure atau prinsip keterbukaan merupakan gaung yang sudah sejak dahulu dicanangkan didalam dunia pasar modal bahkan ada yang mengatakan bahwa disclosure telah menjadi jiwa dari pasar modal itu sendiri. Mengapa disclosure menjadi begitu penting ? Keterbukaan (disclosure) tentang fakta materiel sebagai jiwa pasar modal didasarkan pada keberadaan prinsip keterbukaan yang memungkinkan tersedianya bahan pertimbangan investor, sehingga ia secara rasional dapat mengambil keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham. Dalam pengertian undang-undang, yang dimaksud dengan prinsip keterbukaan (disclosure principle) adalah: Pedoman umum yang mensyaratkan Emiten, Perusahaan Publik, dan pihak lain yang tunduk pada Undang-undang Ini (UU Pasar Modal) untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam waktu yang yang tepat seluruh informasi material mengenai usahanya atau efeknya yang dapat berpengaruh terhadap keputusan pemodal terhadap Efek yang dimaksud dan atau harga dari efek tersebut. Dari pengertian undang-undang diatas dapat dilihat bahwa elemen waktu yang tepat merupakan salah satu syarat dari terpenuhinya prinsip keterbukaan dalam Pasar Modal. Setidak-tidaknya ada 3 (tiga) fungsi dari prinsip keterbukaan, yaitu antara lain: Memelihara kepercayaan publik terhadap pasar Menciptakan mekanisme pasar yang efisien, dan Mencegah penipuan (fraud).
Dari ketiga fungsi ini diharapkan akan membuat dunia pasar modal menjadi lebih dinamis dan berkembang. Di Indonesia, bentuk nyata dari prinsip keterbukaan ini adalah ditandai dengan adanya kewajiban emiten dan perusahaan publik untuk menyampaikan keterbukaan informasi (disclosure of information) kepada pihak-pihak yang ditentukan oleh undang-undang pasar modal dan peraturan-peraturan yang berkaitan. Pihak-pihak tersebut antara lain adalah; Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sebagai Regulator Pihak Bursa ( BEJ atau BES) Investor publik Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) Diantara pihak-pihak yang disebutkan diatas, pihak investorlah yang paling diutamakan karena investor menanamkan modalnya di perusahaan emiten. Dasar hukum dari adanya kewajiban Emiten atau Perusahaan Publik dalam melaksanakan kewajiban untuk memenuhi prinsip keterbukaan terdapat dalam Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 yag menyatakan: Emiten yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif atau Perusahaan Publik wajib:
a. Menyampaikan laporan secara berkala kepada Bapepam dan mengumumkan laporan tersebut kepada masyarakat; dan b. Menyampaikan laporan kepada Bapepam dan mengumukan kepada masyarakat tentang peristiwa material yang dapat mempengaruhi harga efek selambat-lambatnya pada akhir hari kerja ke-2 (kedua) etelah terjadinya peristiwa tersebut. (2) Emiten atau Perusahaan Publik yang Peryataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dapat dikecualikan dari kewajibannya untuk menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam. Tidak hanya pada saat pernyaataan pendaftaran efektif saja Emiten atau Perusahaan Publik diharuskan untuk memenuhi persyaratan prinsip keterbukaan, pada saat sebelum peryataan pendaftaran efektifpun Emiten atau perusahaan Publik sudah diwajibkan untuk memenuhi persyaratan prinsip keterbukaan seperti dalam Pengajuan Pernyataan Pendaftaran dan pada saat Penawaran Umum. Seperti yang dinyatakan dalam UU Pasar Modal: “Bapepam wajib memperhatikan kelengkapan, kecukupan, objektivitas, kemudahan untuk dimengerti, dan kejelasan dokumen Pernyataan Pendaftaran untuk memastikan bahwa Peryataan Pendaftaran memenuhi Prinsip Keterbukaan.” Kemudian pada saat Penawaran Umum dimana saat saham dijual, seorang investor diwajibkan untuk mendapatkan membaca terlebih dahulu Prospektus yang dikeluarkan oleh emiten, untuk itupun dalam Prospektus juga diwajibkan memenuhi prinsip Keterbukaan. Karena pada dasarnya didalam prospektus dilarang memuat hal-hal yang menyesatkan, seperti yang diungkapkan dalam UU Pasar Modal: “Setiap Prospektus dilarang memuat keterangan yang tidak benar tentang Fakta Material atau tidak memuat keterangan yang benar tentang Fakta Material yang diperlukan agar Prospektus tidak memberikan gambaran yang menyesatkan” Kewajiban untuk memenuhi prinsip keterbukan ini dijabarkan lagi dalam peraturan peraturan Bapepam yang mengatur lebih lanjut mengenai keberadaan pernyataan pendaftaran, Prospektus, dan Fakta Material yang harus diinformasikan kepada Publik.

INTERNET DALAM PASAR MODAL
Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi internet telah merambah hampir segala bidang, tak terkecuali juga dunia Pasar Modal, semenjak awal abad 21 ini internet telah berperan dalam dunia industri pasar modal , para pelaku pasar menggunakan internet antara lain investor, emiten dan financial providers. Melalui media elektronik investor dapat memperoleh informasi tentang hasil riset, data pasar, laporan-laporan serta informasi lain secara lebih mudah dan tepat waktu sehingga dengan melalui internet para investor akan memiliki sumber informasi. Selain itu, dari sisi emiten diberbagai negara banyak hal yang dapat dilakukan oleh emiten dengan media internet, yaitu public offerings, penyampaian keterbukaan, dan private offerings. Kesemua hal ini telah dilakukan oleh emiten-emiten di luar negeri contohnya Amerika Serikat, Kanada, dan lain-lain. Kesemua hal ini adalah bentuk penggunaan teknologi informasi internet dalam Pasar Modal. Kegunaan internet dalam industri pasar modal terutama dalam hal pemenuhan disclosure principle biasanya dilakukan dalam 3 (tiga) macam fasilitas yang ada dalam internet yaitu: Web site (company website), Electronic Mail (E-mail), dan Electronic Bulletin Board serta chat rooms. Ketiga fasilitas ini di luar negeri telah banyak digunakan oleh issuer-issuer ­yang menjual sahamnya di bursa. Sebutlah perusahaan besar semacam Intel corp, telah menggunakan fasilitas yang ada dalam internet untuk memenuhi disclosure of information terhadap investor publik. Melalui fasilitas seperti yang disebutkan di atas, emiten atau issuer di Amerika Serikat menyalurkan informasi yang diperlukan investor mengenai laporan keuangan periodik perusahaan, laporan pendapatan berkala (quaterly earnings), confrence calls, melalui websites dan e-mail. Sebaliknya investor bisa mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan investor, baik mengenai sahamnya, dan fakta materiel yang mempengaruhi saham melalui web site perusahaan (company web site), laporan elektronik perusahaan ke Securities Exchange Commission (SEC), di situs NASDAQ, dan dalam situs komunitas bisnis. Dan juga bentuk komunikasi terbaru dimana pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan dapat berkomunikasi melalui chat rooms dan pesan dalam bulletin board. Dari sudut pandang hukum pasar modal Amerika Serikat sendiri, penggunaan fasilitas yang ada dalam internet untuk mengirimkan informasi secara elektronik sudah diakui. Melalui intepretative rules yang dikeluarkan oleh SEC tahun 1998, informasi yang dikirimkan secara elektronik diakui oleh hukum. Selain itu SEC telah mengeluarkan peraturan-peraturan seperti Securities Act No.33-7233 mengenai “ Use of Electronic Media for Delivery Purposes” yang memberikan pengaturan lebih lanjut mengenai pengiriman informasi secara elektronik, melalui peraturan lainnya yang terkait dengan Pasar Modal seperti Sarbanes-Oxley Act of 2002 Pasal 403 yang mewajibkan issuer untuk menyampaikan laporan keterbukaan informasinya melalui media internet, serta peraturan dasar mengenai keterbukaan yang telah diamandemen yang terdapat dalam Securities Exchange Act 1934 pasal 16 (a) yang mewajibkan issuer yang telah mempunyai web site untuk menampilakan laporan keterbukaan informasi yang berkaitan dengan perusahaan. Dan peraturan terbaru SEC yang mengatur mengenai Disclosure melalui media Internet mulai akan berlaku efektif tanggal 15 November nanti di Amerika Serikat.

BAGAIMANA DI INDONESIA?

Penggunaan internet sebagai basis penyaluran keterbukaan informasi di Indonesia dimungkinkan oleh UU Pasar Modal, namun hal ini diungkapkan secara tidak langsung. Dalam penjelasan pasal 1 angka 15 UU Pasar Modal dikatakan bahwa Prospektus dapat disampaikan melalui media massa yang berarti bisa merupakansurat kabar,majalah, film, radio, televisi, media elektronik dan barang cetakan yang dibagikan kepada lebih dari 100 pihak.. Internet sendiri merupakan bagian dari media elektronik, maka dengan demikian penyaluran prospektus melalui internet tidak melanggar kaidah yang ada dalam Pasar Modal. Dengan demikian, penyaluran keterbukaan informasi pada tahap IPO sudah dapat terpenuhi apabila dilakukan melalui media internet. Dengan ini dapat terlihat bahwa tidak tertutup kemungkinan oleh hukum kita terhadap penggunaan internet dalam pasar modal, khususnya terhadap prinsip keterbukaan informasi. Yang bis amnjadi wacana mendatang adalah antara lain kedudukan dokumen elektronik yang dikirimkan melalui internet, kwalifikasi dari prospektus yang seperti apa yang layak dipercaya oleh investor?, apakah perlu pengaturan terhadap bentuk web site yang dimiliki oleh emiten atau perusahaan publik yang melaksanakan disclosure of information melalui internet?, bagaimana pertanggungjawaban pihak pemberi informasi?

Sistem Informasi Manajemen Proyek






Pengertian
Sisfo Project adalah suatu sistem informasi untuk mengelola proyek. Sisfo Project dapat diterapkan pada perusahaan konsultan publik, software house, kontraktor (termasuk ME), dan perusahaan-perusahaan lain yang berbasis proyek (project based).

Teknologi


Cross Platform.

Thin Client.
New Framework.
Modular.
Scalable.
Flexible.
High Availability.
Reliable.
TCO Rendah.

Ruang Lingkup

Sisfo Project dapat digunakan untuk perusahaan yang berbasis proyek seperti misalnya konsultan publik, software house, kontraktor (termasuk ME), dan perusahaan-perusahaan lain yang berbasis proyek (project based).

Manfaat

Pengelolaan proyek dapat mengelola proyek dengan lebih efektif dan efisien. Sisfo Project dapat digunakan dalam: Software Development, Public Accountant, Tax Consultant, Law Consultant, Contractor (Mechanical Engineering, Building, dll).

Kolaborasi Memfasilitasi kerja sama semua sumber daya manusia yang terlibat dalam suatu proyek. Kinerja perusahaan, sumber daya manusia, keuangan dan client dapat dipantau kapan saja dan dimana saja.





Efektivitas & efisiensi dengan Sisfo Project pengelolaan proyek dapat lebih efektif dan efisien.

Akses informasi akses informasi dapat dilakukan secara langsung oleh para pelaku yang terlibat.

Pemantauan berbasis hirarki hierarchical monitoring, adalah suatu mekanisme pemantauan berdasarkan hirarki atau jenjang dari sumber daya manusia yang terlibat dalam proyek.

Evaluasi proyek Dapat mengevaluasi kinerja dari: human resource performance, project performance, project manager performance, assignment performance, finance performance, dll.

Knowledge base memberikan pengalaman dan pegetahuan yang tercatat bagi masa depan perusahaan.


Modul Sisfo Project
1. Client Panel.
2. Company Management.
3. Personal Calendar.
4. Project Proposal.
5. Project Management.
6. Project Manager.
7. Project Finance.
8. Timesheet.
9. Executive Information.
10. Preference.
11. Project Utility.
12. System Administration.
13. Front Page.

Spesifikasi Perangkat Keras dan Lunak

Server
Pentium IV 2 GHzRAM minimal 512 MBHarddisk > 80 GBLAN CardCD-ROMMS Windows Server atau Linux, Apache, PHP, MySQL

Workstation / Client
Pentium III 700 MHzRAM minimal 256 MBHarddisk > 40 GBLAN CardMS Windows XP atau Linux, Mozilla Firefox atau Internet Explorer

Sistem Informasi Manajemen Proyek

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Sistem Absensi Finger Print

Sistem Informasi Akuntansi Keuangan

Manufacturing Integrated Application

Network And Web Development

Sistem Pendukung e-Learning di Web

Pertumbuhan teknologi internet memberikan kesempatan untuk diaplikasikan dalam berbagai bidang termasuk pendidikan tinggi, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam makalah ini, kami membahas tentang faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika kita membangun sistem pendukung distance learning menggunakan teknologi internet atau web, dan juga perlu kita pertimbangkan tentang Open Source yang diimplementasikan untuk membuat sistem dengan biaya rendah tanpa menurunkan performansinya dan keandalannya.

1. PendahuluanSejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan atau latihan.Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan dan latihan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang. Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh yang berbasiskan internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan dapat disediakan secara online sehingga dapat diakses kapan saja.Pada paper ini dibahas hal-hal yang diperlukan dalam penerapan teknologi internet untuk bidang pendidikan.

2. Aplikasi WebWeb merupakan salah satu tekonologi internet yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-Learning).Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:
Synchronous SystemAplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb.
Asynchronous SystemAplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.
Dengan fasilitas jaringan yang dimiliki oleh berbagai pendidikan tinggi atau institusi di Indonesia baik intranet maupun internet, sebenarnya sudah sangat mungkin untuk diterapkannya sistem pendukung e-Learning berbasis Web dengan menggunakan sistem synchronous atau asynchronous, namun pada dasarnya kedua sistem diatas biasanya digabungkan untuk menghasilkan suatu sistem yang efektif karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.Dibeberapa negara yang sudah maju dengan kondisi infrastruktur jaringan kecepatan tinggi akan sangat memungkinkan penerapan teknologi multimedia secara waktu nyata seperti video conference untuk kepentingan aplikasi e-Learning, tetapi untuk kondisi umum di Indonesia dimana infrastruktur jaringannya masih relatif terbatas akan mengalami hambatan dan menjadi tidak efektif. Namun demikian walaupun tanpa teknologi multimedia tersebut, sebenarnya dengan kondisi jaringan internet yang ada sekarang di Indonesia sangat memungkinkan, terutama dengan menggunakan sistem asynchronous ataupun dengan menggunakan sistem synchronous seperti chatting yang disesuaikan dengan sistem pendukung pendidikan yang akan dikembangkan.

3. Sistem Pendukung PendididikanDengan adanya sistem ini proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kelas saja dimana secara terpusat guru memberikan pelajaran secara searah, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar. Mereka bisa terus berkomunikasi sesamanya kapan dan dimana saja dengan cara akses ke sistem yang tersedia secara online. Sistem seperti ini tidak saja akan menambah pengetahuan seluruh siswa, akan tetapi juga akan turut membantu meringankan beban guru dalam proses belajar-mengajar, karena dalam sistem ini beberapa fungsi guru dapat diambil alih dalam suatu program komputer yang dikenal dengan istilah agent [5].Disamping itu, hasil dari proses dan hasil dari belajar-mengajar bisa disimpan datanya di dalam bentuk database, yang bisa dimanfaatkan untuk mengulang kembali proses belajar-mengajar yang lalu sebagai rujukan, sehingga bisa dihasilkan sajian materi pelajaran yang lebih baik lagi.

4. CollaborationCollaboration didefinisikan sebagai kerjasama antar peserta dalam rangka mencapai tujuan bersama
[1]. Collaboration tidak hanya sekedar menempatkan para peserta ke dalam kelompok-kelompok studi, tetapi diatur pula bagaimana mengkoordinasikan mereka supaya bisa bekerjasama dalam studi
[2].Saat ini penelitian di bidang kolaborasi melalui internet dikenal dengan istilah CSCL (Computer Supported Collaborative Learning), dimana pada prinsipnya CSCL berusaha untuk mengoptimalkan pengetahuan yang dimiliki oleh para peserta dalam bentuk kerjasama dalam pemecahan masalah. Kenyataannya kolaborasi antar peserta cenderung lebih mudah dibandingkan dengan kolaborasi antara peserta dengan guru
Gambar 1 menunjukkan konsep e-Learning dengan metoda CSCL, yang terdiri dari pemakai dan tool yang digunakan. Pemakai terdiri dari siswa dan guru yang membimbing, dimana siswa itu sendiri terbagi menjadi siswa dan siswa lain yang bertindak sebagai collaborator selama proses belajar. Para peserta saling berkolaborasi dengan tool yang tersedia melalui jaringan intranet atau internet, dimana guru mengarahkan jalannya kolaborasi supaya mencapai tujuan yang diiginkan.
Gambar 1: Collaboration
Dalam pelaksanaan sistem e-Learning, kolaborasi antar siswa akan menjadi faktor yang esensial [5], terutama pada sistem asynchronous dimana para siswa tidak secara langsung bisa mengetahui kondisi siswa lain, sehingga seandainya terjadi masalah dalam memahami makalah yang disediakan, akan terjadi kecenderungan untuk gagal mengikutinya dikarenakan kurangnya komunikasi antar siswa, sehingga timbul kecenderungan terperangkap pada kondisi standstill, sehingga menyebabkan hasil yang tidak diharapkan.Ada 5 hal essensial yang harus diperhatikan dalam menjalankan kolaborasi lewat internet, yaitu sebagai berikut:
(a) clear, positive interdependece among students
(b) regular group self-evaluation
(c) interpersonal behaviors that promote each member’s learning and success
(d) individual accountability and personal responsibility
(e) frequent use of appropriate interpersonal and small group social skills
Dalam proses kolaborasi antar siswa, guru bisa saja terlibat didalamnya secara tidak langsung, dalam rangka membantu proses kolaborasi dengan cara memberikan arahan berupa message untuk memecahkan masalah. Sehingga diharapkan proses kolaborasi menjadi lebih lancar.

5. Konfigurasi SistemGambar 1 menunjukkan struktur global dari sistem pendukung untuk e-Learning. Pemakai sistem dalam hal ini siswa dan guru dapat mengakses ke sistem dengan menggunakan piranti lunak browser.

Seperti pada gambar 1Implementasi client/server untuk sistem penunjang pendidikan berbasis kolaborasi di internet, pada dasarnya harus memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
Collaboration, untuk melakukan kerjasama antar siswa dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kolaborasi ini bisa diwujudkan dalam bentuk diskusi atau tanya-jawab dengan memanfaatkan fasilitas internet yang umum dipakai misalnya: e-mail, BBS, chatting, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang akan dibuat.
Database, untuk menyimpan materi pelajaran dan record-record yang berkaitan dengan proses belajar-mengajar khususnya proses kolaborasi.
Web Server, merupakan bagian mengatur akses ke sistem dan mengatur tampilan yang diperlukan dalam proses pendidikan. Termasuk pula pengaturan keamanan sistem.
Pengembang aplikasi seperti ini bisa dilakukan dengan menggunakan software sebagai berikut:
Platform OS
Linux
Web Server
Apache+Tomcat
Programming
Java
Script
Java Server Page
Database
MySQL / Postgress
Frame Work
Struts
Development Tool
Eclipse
Keuntungan menggunakan software diatas yaitu seluruhnya merupakan Open Source yang bisa didownload secara gratis dari web site masing-masing, sehingga dalam implementasinya bisa ditekan biaya serendah mungkin, tanpa mengurangi realibilitas sistem itu sendiri. Keuntungan lainnya yaitu untuk akses ke sistem seperti ini tidak tergantung pada suatu platform operating system.Oleh karena itu, dengan penerapan berbagai software Open Source seperti ini, diharapkan akan dicapai suatu sistem e-Learning yang aman, terpercaya, performance tinggi, multiplatform, dan biaya rendah.

6. PenutupanSejalan dengan perkembangan teknologi jaringan khususnya internet, dan pemerataan pemakaian fasilitas internet di Indonesia, maka sudah selayaknya untuk memulai penerapan teknologi ini di bidang pendidikan, yang diharapkan dapat menunjang peningkatkan mutu pendidikan khususnya pendidikan tinggi dan institusi yang relatif telah memiliki fasilitas jaringan komputer.Dalam makalah ini telah dibahas berbagai fasilitas penunjang yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan biaya yang seminimal mungkin melalui pemanfaatan Open Source tanpa mengurangi kualitas sistem.Faktor kolaborasi menjadi penting dalam rangka menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif, karena dalam sistem pendidikan jarak jauh faktor komunikasi antar peserta akan menjadi penentu dalam menentukan perolehan pengetahuan yang dicapai oleh setiap siswa.Permasalahan kedepan yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut:
Pengembangan Student Model dari database untuk menformulasikan karakter siswa sehingga sistem mampu mendeteksi kondisi siswa yang bermasalah.
Pengaturan pemakaian tool synchronous dan asynchronous dalam pelaksanaan kolaborasi, supaya tidak terjadi duplikasi yang membahas masalah yang sama berulang-ulang.
Membuat fasilitas penyusunan makalah di Web yang memudahkan para guru tanpa perlu mengetahui perintah-perintah secara mendetail, yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk berkolaborasi.

CMS






Liburan sekolah menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri memang mengasyikan. Apalagi jika ada waktu luang untuk mengoprek komputer sedikit. Tulisan singkat ini akan mereview beberapa aplikasi Content Manajemen System (CMS) yang mungkin akan dapat membantu pembuatan server lokal di sekolah-sekolah.Situs favorit saya untuk memperoleh tool atau software aplikasi yang dibutuhkan untuk membangun CMS)adalah http://www.opensourcecms.com.
Beberapa ciri khas menarik dari situs Open Source CMS, tool yang ditawarkan semua open source jadi dapat diambil gratis, termasuk source code-nya, rata-rata dalam di operasikan di Linux & Windows. Walaupun dalam kenyataannya agak relatif lebih sukar di operasikan di Windows. Situs Open Source CMS juga memungkinkan kita untuk mencoba demo masing-masing software CMS secara online. Jadi kita dapat mengevaluasi terlebih dulu apakah aplikasi tersebut cocok dengan yang kita butuhkan atau tidak, sehingga tidak salah dalam mengambil nantinya.




Berbasis Web
Karena sifatnya open source, umumnya tool CMS ini berbasis Web. Umumnya bukan berupa program yang masif yang di jalankan di sistem operasi. Tapi lebih berupa PHP Script yang di install di halaman Web. Oleh karena itu keberadaan Web server menjadi penting adanya.
Secara umum aplikasi dari CMS dapat dibagi dalam beberapa kategori, yaitu, Portal, Blogs, e-commerce, Groupware, Forum, e-learning, Image gallery, Wiki, Lite, & Knowledge management.Fokus dari masing-masing kategori adalah sebagai berikut,
Portal - tool ini memudahkan kita untuk memanaje berita, artikel, tulisan, mengumpulkan pendapat (polling). Contoh sebuah portal adalah detik.com.
Blogs - merupakan tool yang cukup populer khususnya untuk diary virtual seseorang. Walaupun tentunya bisa digunakan untuk apa saja, misalnya mengemukakan pendapat, menceritakan pengalaman, mengemukakan sebuah pemikiran, dll. Yang menarik dari blog, memungkinkan untuk saling link atau saling mendukung satu sama lain hingga akhirnya dapat menjadi alternatif sumber informasi di Internet yang sifatnya sangat perorangan & bebas.
Groupware - merupakan kumpulan tool yang dapat digunakan untuk kerjasama kelompok, misalnya setup agenda rapat, kalender kelompok dll.
Forum - adalah tool tempat diskusi, dimana kita dapat berdiskusi melalui Web.
E-Learning - adalah tool untuk memfasilitasi proses belajar mengajar di sekolah / kampus melalui Web,
Image Galleries - adalah tool album foto di Web.
Wikis - adalah tool untuk membangun naskah secara kolaboratif, hingga dapat menjadi ensiklopedia di Internet.
Ciri khas software-software ini sama, rata-rata semua berbasis Web sehingga sangat mudah pengelolaannya di sebuah corporate tidak perlu menginstall apapun di sisi pengguna. Semua software dan data tersimpan di server Web, sehingga lebih mudah manajemen dan maintenance-nya.

Kategori
Daftar panjang program CMS open source dapat di lihat di http://www.opensourcecms.com. Ada banyak aplikasi yang di kembangkan pada masing-masing kategori. Kategori Portals (CMS) merupakan kategori yang mempunyai paling banyak aplikasi open source-nya seperti BitWeaver, CivicSpace, Clever Copy, CMS Made Simple, Contenido, DEV, Dragonfly CMS, Drupal, e107, EcwCMS, Exponent, eZ Publish, Fundament, Geeklog, Jaws, JetBox, Joomla, Jupiter, Mambo, MDPro, MODx, Netious, OneCMS, Ovidentia, Papoo, PHP-Fusion, PHP-Nuke, phpComasy, phpSlash, phpWebSite, PHPX, PLUME CMS, Postnuke, Props, SPIP, Tiki CMS/Groupware, toendaCMS, Typo3, Website Baker, Xaraya, XOOPS, dan YACS!. Beberapa yang terbaik dan sering digunakan oleh adalah Drupal, Joomla dan Mambo.
Pada kategori Blog, aplikasi yang ada antara lain adalah b2evolution, bBlog, BirdBlog, BLOG:CMS, Blur6ex, boastMachine, Dotclear, Loudblog, Nucleus CMS, Pixelpost, sBlog, Serendipity, Simplog, Textpattern, TruBlog, Wheatblog, dan WordPress. Yang termasu cukup simpel dan mudah digunakan adalah WordPress.
Untuk kategori Forum diskusi melalui web, aplikasi yang ada antara lain adalah FUDForum, miniBB, MyBB, Phorum, phpBB, PunBB, SMF, UNB, UseBB, Vanilla, W-Agora, dan XMB. Bagi mereka yang ingin membuka toko di Internet, aplikasi dalam kategori e-commerce akan membantu. Beberapa diantaranya adalah osc2nuke, osCommerce, phpShop, dan Zen Cart. Mungkin yang sering dipakai adalah osCommerce dan Zen Cart.
Untuk aplikasi Groupware, aplikasi yang ada antara lain adalah ACollab, dotProject, eGroupWare, NetOffice, dan phpGroupWare. Untuk aplikasi e-Learning ada beberapa software yang menarik yaitu ATutor, Dokeos, Interact, Moodle, dan Site@School. Software favorit untuk e-learning adalah Moodle.Untuk menyimpan foto / Image Galleries ada beberapa aplikasi seperti Coppermine, DAlbum, Gallery, Gallery 2, LinPHA, MG2, Plogger, Singapore, Snipe Gallery, SPGM, WEBalbum, dan yappa-ng.


Untuk membangun Ensiklopedia atau di kenal sebagai Wiki, aplikasi yang ada antara lain adalah DokuWiki, ErfurtWiki, MediaWiki, phpWiki, PmWiki, QwikiWiki, UniWakka, WackoWiki, Wikepage, WikkaWiki, dan WikkiTikkiTavi. Aplikasi yang sering digunakan adalah TikiWiki.
Bagi mereka yang mengiginkan CMS yang sederhana, ada beberapa software CMS sederhana seperti AngelineCMS Lite, CuteNews, Etomite, EyeOS, GuppY, Limbo, Pivot, ReloadCMS, SAPID, sNews, dan TML. Beberapa software CMS seperti KnowledgeTree, Owl, phpmychat, SugarCRM, Webcalendar menjadi menarik misalnya untuk membangun perpustakaan atau dokumen manajemen.
Teknik Instalasi Open Source CMSInstalasi perangkat open source CMS ini biasanya tidak terlalu sulit. Beberapa tahapan sederhana yang perlu dilalui. Persiapan software yang perlu di install sebelum menginstalasi software CMS,


1.Install Linux.2.Install Web server yang di lengkapi kemampuan untuk PHP.3.Install database server, salah satu yang sering digunakan adalah MySQL.
Pada saat proses instalasi software CMS biasanya yang di perlukan adalah
1.Membuat database di software database MySQL, di sertai username dan password untuk mengaksesnya.

2.Buka software CMS di folder tempat file Web, biasanya di /var/www/html.3.Software CMS dapat diakses melalui http://localhost atau http://ip-address-mesin-anda.
Selesai sudah proses instalasi software CMS.
Biasanya pada saat pertama kali masuk ke Web CMS, kita diberi menu untuk mengkonfigurasi awal dari CMS tersebut. Biasanya semua tabel akan di sisikan secara automatis oleh CMS, dan kita di minta untuk menset username dan password administrator dari CMS tersebut. Selesai sudah proses konfigurasi dan instalasi awal dari CMS.
Selanjutnya adalah mengunakan CMS tersebut. Biasanya tidak terlalu sulit untuk menggunakan CMS tersebut karena rata-rata sudah amat sangat di bantu oleh menu-menu pembantu.Moodle

– Software e-learning

E-learning adalah proses belajar mengajar yang dibantu oleh komputer. Proses yang paling mudah adalah dengan menggunakan Web server dan menjalankan aplikasi e-learning tersebut melalui Web. Dengan melalui Web, kita praktis tidak perlu mengkonfigurasi terlalu banyak di sisi pengguna. Salah satu software paling menarik saat yang banyak digunakan untuk e-learning adalah moodle.MediaWiki
MediaWiki barangkali termasuk kategori Wiki yang paling berhasil di implementasikan dalam skala besar, yaitu,l http://www.wikipedia.org – ensiklopedia terbesar di dunia.l http://www.wikibooks.org – buku text dan non-fiksi.Saya pribadi amat sangat menyarankan anda semua untuk sering-sering melakukan surfing ke kedua situs tersebut baik untuk memperoleh pengetahuan maupun untuk berkontribusi pada ilmu pengetahuan.
MediaWiki sifatnya open source dan dapat di ambil di http://www.mediawiki.org. Tepatnya pada http://www.mediawiki.org/wiki/DownloadWildfire – Internet Messenging & Chatting
Untuk melakukan Internet Messenging seperti Yahoo Messenger (YM), kita dapat menggunakan Wildfire. Software Wildfire dapat di ambil dari http://www.jivesoftware.org/ . Agar proses instalasi lebih mudah, akan lebih baik kalau di ambil file RPM dari bagian download http://www.jivesoftware.org/download-landing.jsp?file=builds/wildfire/wildfire_3_0_0.rpmJoomla – Content Management SystemSalah satu software content management favorit saya adalah Joomla. Joomla dapat di ambil di http://www.joomla.org
Nah yang manakah yang ingin dipakai? Silakan dicoba satu demi satu. Semuanya tidak terlalu sulit dan membutuhkan spesifikasi komputer standar saja.

DUKUNGAN INDUSTRI SOFTWARE DALAM IMPLEMENTASI E-LEARNING

Perlukah E-Learning ?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut berikut ini sepotong berita yang cukup menarik untuk disimak :

Cisco 'Larang' Karyawannya Ngantor

Dampak kenaikan BBM sudah mulai dirasakan oleh kalangan usaha. Tak terkecuali perusahaan perangkat network skala dunia Cisco Systems. Menurut Managing Director Cisco Systems Indonesia, dampak dari BBM sudah mulai terasa pada beberapa perusahaan TI, oleh sebab itu karyawan Cisco Indonesia dilarang untuk ke kantor kalau tidak terlalu perlu. Cisco lebih menganjurkan karyawannya bekerja dari rumah atau pun tempat yang terhubung dengan koneksi internet nirkabel (WiFi), dengan memanfaatkan fitur jaringan virtual VPN (virtual private network-red) yang dimiliki oleh Cisco. Karyawan diharapkan memanfaatkan segala kegunaan internet untuk mengakali naiknya BBM. Dengan gerakan seperti itu, efektifitas dan produktifitas tetap terjaga tanpa perlu mengeluarkan extra cost untuk biaya operasional perjalanan.

Cuplikan reportase di atas sangatlah menarik untuk disimak karena dapat menjadi gambaran kenyataan akan dampak kenaikan harga BBM yang mengakibatkan kenaikan biaya operasional di berbagai sekotor salah satunya di sektor bisnis. Tetapi yang tak kalah menariknya adalah semangat dan kebijakan “efisiensi” yang diambil oleh para pelaku bisnis, contohnya di atas adalah Cisco System corp. yang merupakan vendor perangkat jaringan terbesar di dunia, dalam memangkas biaya operasional dan transportasi para pegawainya. Efisiensi yang dilakukan didukung dengan pemanfaatan teknologi komputer dan komunikasi yang memungkinkan para pegawainya melakukan dan menylesaikan pekerjaan kantor dari tempat di mana dia berada. Kehadiran di kantor menjadi bukan kewajiban lagi. Ini merupakan fenomena yang menarik. Sebenarnya fenomena ini telah dipikirkan oleh para pakar dan peneliti di bidang IT beberapa tahun yang lalu, sehingga mereka mengembangkan teknologi-teknologi baru seputar bidang networking dan remote access. Saat ini berubah, karena biaya transportasi demikian melambung, maka teknologi tersebut menjadi sangat dibutuhkan dan manfaatnya sangat dirasakan.

Bagaimana dengan bidang pendidikan ?. Seharusnya tidak berbeda. Biaya transportasi di samping biaya-biaya operasional lain yang harus ditanggung para mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan akan semakin berat. Biaya transportasi dari tempat tinggal ke tempat perkuliahan, ke tempat praktikum/lab, menemui dosen pengajar, mengikuti seminar, dll akan menjadi kendala yang sangat serius bagi para mahasiswa saat ini. Terlebih apabila tempat-tempat pembelajaran berada di lokasi yang relatif jauh atau mungkin di kota lain.

Untuk itu salah satu solusi yang harus semakin dimanfaatkan secara optimal adalah
“E-Learning”. Implementasi e-learning untuk beberapa model perkuliahan akan mampu memangkas biaya overhead pembelajar khususnya komponen biaya transportasi dan biaya akomodasi. Dengan e-learning, materi perkuliahan dapat didistribusikan baik secara on-line menggunakan koneksi jaringan maupun off-line menggunakan movable-media. Konsultasi, test/ujian dapat dilaksanakan/diikuti secara on-line dari tempat tinggal atau tempat terdekat dengan bantukan komunikasi jaringan internet /intranet. Bagi penyelenggara pendidikanpun banyak efisiensi dapat diperoleh dengan menggabungkan pola pembelajaran konvensional dan e-learning.

Dengan kenyataan seperti di atas maka rasanya saat ini tidak ada alasan lagi untuk menunda implementasi e-learning di bidang pendidikan khususnya di perguruan tinggi, apalagi menganggap teknologi tersebut sebagai sesuatu yang tidak perlu dan mengada-ada.

Apa E-learning itu ?

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-learning itu sebenarnya. E-learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-learning sebagai berikut :

· Pembelajaran jarak jauh.

E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

· Pembelajaran dengan perangkat komputer.

E-learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

· Pembelajaran formal vs. informal.

E-learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

· Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.

Walaupun sepertinya e-learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

§ Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan

§ Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari

§ Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari

§ Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

Manfaat E-learning

Secara singkat, e-learning memberikan manfaat sebagai berikut :

· Fleksibel

E-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana saja baik yang memiliki akses ke Internet ataupun tidak. Bagi yang tidak memiliki koneksi internet, e-learning didistribusikan melalui movable media spe CD/DVD. Di samping itu pembelajar saat ini dapat pula memanfaatkan mobile technology seperti notebook, pda, atau telepon selular untuk mengakses e-learning. Fleksibiltas di dukung juga karena saat ini berbagai tempat sudah menyediakan sambungan internet / hot spot gratis menggunakan wi-fi atau wimax.

· Belajar Mandiri

E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar. Pembelajar bebas menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email, chat atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Bisa juga membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (Learning Management System).

· Efisiensi Biaya

Banyak efisiensi biaya bisa didapatkan dengan e-learning. Bagi penyelenggara, dalam hal ini universitas misalnya, biaya yang bisa dihemat antara lain :

§ Biaya administrasi pengelolaan (biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya dosen pengajar dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan),

§ Penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan ruang kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP).

Bagi pembelajar, seperti dijelaskan di depan, efisiensi biaya transportasi dan akomodasi dapat diperoleh. Di sektor bisnis/korporat misalnya, apabila sebuah perusahaan skala nasional dengan cabang di bebagai propinsi akan memberikan pelatihan bagi karyawannya dari seluruh cabang di Indonesia. Berapa biaya transportasi dan akomodasi yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan pelatihan tersebut ?. Para karyawan pun terpaksa harus meninggalkan pekerjaan untuk mengikuti pelatihan. Berapa produktivitas yang hilang dengan mengikuti pelatihan secara konvensional. Dengan e-learning, material pelatihan dapat didistribusikan baik secara on-line maupun off-line ke seluruh cabang yang ada.

Di mana E-Learning Diimplementasikan ?

E-learning adalah suatu alternatif baru pola pembelajaran, yang menggabungkan aspek pengajaran dan pemanfaatan teknologi informasi. Sebagai suatu bentuk sistem pembelajaran, siapa sebenarnya yang membutuhkan sistem ini ?. Secara garis besar, saat ini e-learning telah diimplementasikan di 2 sektor yaitu :

· Sektor korporat atau perusahaan

· Sektor pendidikan

Di sektor korporat, e-learning dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan skala menengah-besar untuk memberikan pelatihan atau menditribusikan materi-materi training bagi karyawannya dengan cepat dan efisien. Dengan pola e-learning, material training seperti pengenalan produk baru (product knowledge), strategi pemasaran, kebijakan harga jual, dll dapat disiapkan dan didistribusikan secara lengkap dan terstruktur. Karyawan dapat secara fleksibel mengakses dan mempelajari pada waktu yang mereka atur sendiri menyesuaikan jadwal kerjanya. Dengan menerapkan.

Beberapa riset terhadap efisiensi yang diperoleh dengan mengimplementasi e-learning di sektor korporat :

§ Buckman Laboratories berhasil mengurangi biaya pelatihan karyawan dari USD 2.4 juta menjadi USD 400,000;

§ Aetna Insurance berhasil menghemat USD 3 juta untuk melatih 3000 karyawan

§ Hewlett-Packard bisa memotong biaya pelatihan bagi 700 insinyur mereka untuk produk-produk chip yang selalu diperbaharui, dari USD 7 juta menjadi USD 1.5 juta

§ Cisco mengurangi biaya pelatihan per karyawan dari USD 1200 - 1800 menjadi hanya USD 120 per orang.

Sektor lain yang membutuhkan untuk mengimplementasikan e-learning tentunya adalah sektor pendidikan. Saat ini memang e-learning sebagian besar masih diimplementasikan khususnya di intitusi pendidikan tinggi, perguruan tinggi atau universitas-universitas. Kebutuhan e-learning di sektor ini tak lepas dari faktor globalisasi dan efisiensi. Globalisasi pendidikan yang mendorong terjalinnya berbagai kerjasama pendidikan antara institusi pendidikan baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kerjasama bisa berupa pengembangan materi, pembelajaran jarak jauh, pertukaran pengajar, penyediaan referensi / literatur, penyelenggaraan ujian, sertifikasi, dll. Untuk mendukung itu tentunya dibutuhkan suatu sarana dan media yang tepat, di sinilah E-Learning dibutuhkan. Efisiensi juga merupakan faktor pendorong mulai diimplementasikannya e-learning di beberapa institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Efisiensi baik bagi penyelenggara dalam hal ini pihak universitas maupun efisiensi bagi para mahasiswanya. Contoh sederhana misalnya penyelenggaraan kuliah bersama yang pada umumnya diberikan untuk materi-materi kuliah dasar di semester awal. Kuliah bersama akan diikuti oleh seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas atau jurusan. Dengan pembelajaran konvensional, penyelenggara harus menyediakan ruang dan sarana pendukung lainnya dengan volume yang relatif besar. Dengan e-learning, perkuliahan dapat didistrubusikan secara remote ke masing-masing fakultas/jurusan sehingga pengelolaan akanmenjadi lebih mudah dan efisien. Dan tentunya materi akan diberikan dengan standar dan kualitas yang sama.

Peran Industri TI dalam Perkembangan E-Learning Secara Umum

E-learning berkembang dengan dukungan penuh teknologi informasi. Di sini lebih tepat kita menggunakan istilah “Teknologi Informasi atau TI“daripada sebatas istilah sempit “Software”. E-learning berkembang tidak sebatas karena munculnya teknologi-teknologi software baru melainkan lebih luas mencakup pula perkembangan teknologi perangkat komputer dan networking.

E-learning dikembangkan dari perpaduan aspek pembelajaran dan aspek teknologi. Dari sisi teknologi, keberhasilan e-learning mencakup perpaduan aspek teknologi :

· Software

· Hardware & Networking/communication

Secara garis besar, kontribusi atau peran dari perusahaan-perusahaan atau vendor TI terhadap perkembangan implementasi e-learning dapat dikategorikan menjadi dua , yaitu sebagai :

· Technology Provider

· Service Provider

Technology Provider

Technology provider fokus pada pengembangan aplikasi e-learning dan platform berbasis web. Mereka mengembangkan software-software yang dibutuhkan baik untuk penyusunan material pembelajaran, hingga ke aplikasi pengelola sistem e-learning secara komprehensif. Technology provider mengembangkan software e-learning dan menjual lisensinya. Technology provider di bidang e-learning pun memiliki specialisasi yang berbeda, antara lain :

· Pengembang LMS -Learning Management System

Learning Management System (LMS) berfungsi untuk menyimpan, mengelola dan mendistribusikan berbagai material pelatihan, ujian/test yang telah disiapkan. LMS dilengkapi dengan katalog on-line sehingga pembalajar dapat mengakses, memilih dan menjalankan berbagai materi pelatihan yang ada. LMS mampu mencatat log atau tracking aktivitas setiap pembelajar yang memanfaatkan e-learning.

Beberapa pengembang LMS di dunia antara lain :

§ Web-CT

Web-CT merupakan salah satu leader di bidang e-learning software di dunia dengan spesialisasi untuk implementasi di institusi pendidikan.

§ BlackBoard

Dengan aplikasi Academic Suite-nya, Blackboard juga menjadi salah satu leader aplikasi e-learning untuk institusi pendidikan.

§ Plateau

§ Saba

§ SumTotal

§ Docent

§ Click2Learn

§ TEDS

§ RWD, dll

Beberapa contoh produk software di atas merupakan integrated package yang meman sudah didesain dan dikembangkan secara profesional dan siap diimplementasikan.

Sebenarnya instritusi penyelenggara e-learning baik institusi pendidikan maupun korporat dapat mengembangkan aplikasi LMS dari awal (from zero). LMS dapat dikembangkan sendiri dengan : VBScript, ASP, SQL Server atau Javascript, PHP, MySQL. Tetapi tentunya konsekuensi waktu, sdm, biaya perlu dipertimbangkan.

· Pengembang Software E-Learning Authoring

Beberapa vendor khusus mengembangkan software authoring atau software yang dibutuhkan untuk mendesain dan menyusun materi pelatihan interaktif, test, presentasi, simulasi, web content, dll, secara profesional dan testruktur dengan menggabungkan berbagai content multimedia.

Beberapa pengembang software e-learning authoring tool di dunia antara lain :

§ Microsoft (Powerpoint, Producer, Frontpage)

§ Macromedia (Authorware, Breeze, Dreamweaver)

§ Adobe ( Premiere)

§ Click2Learn

§ Allen

§ KnowledgePresenter

§ Lectora Publisher

§ Quest

§ ToolBook II Instructor

§ ReadyGo!

§ MindFlash , dll

· Pengembang E-Learning Content

Sebagian pengembang lain khusus mengembangkan e-learning content atau aplikasi yang berisikan tutorial pembelajaran, aplikasi test dan sertifikasi, simulasi, dll yang pada umumnya dikembangkan dengan mengacu pada satuan pelajaran dan kurikulum yang berlaku. Karena fokus produk pada content atau isinya, maka pengembangan produk jenis ini selalu melibatkan pakar-pakar di bidang pendidikan khususnya untuk materi yang akan diketengahkan.

Aplikasi yang dikembangkan bisa berbasis web, berbasis animasi multimedia, presentasi interaktif, atau gabungan dari itu semua.

· Hardware & Networking vendor

Beberapa vendor lebih memfokuskan pada dukungan di aspek perangkat keras dan insfrastruktur pendukung dalam implementasi e-learning dan aspek ini tentunya tak kalah penting dalam menentukan keberhasilan implementasi e-learning. Perkembangan-perkembangan baru dalam teknologi perangkat jaringan sangat mendorong perkembangan e-learning.

§ Di lini server, berbagai vendor seperti HP, IBM, Gateway, Acer, dll berlomba menciptakan server-server kelas enterprise dengan kemampuan clustering yang cocok dimanfaatkan sebagai e-learning server / web server.

§ Dalam hal konektivitas jaringan, munculnya teknologi fast-ethernet 100Mbps dan gigabit ethernet 1Gbps berkecapatan tinggi mampu mendistribusikan materi pembelajaran e-learning yang full multimedia-content dengan cepat. Aplikasi-aplikasi simulasi interaktif dapat diakses dengan ringan oleh pembelajar. Vendor perangkat jaringan skala dunia seperti Cisco System, Allied Telesyn, LinkSys, dll menyediakan berbagai perangkat pendukung e-learning mulai dari intelligent router dan switch yang canggih, hingga berbagai perangkat wireless network

§ Wireless network merupakan teknologi yang semakin banyak dimanfaatkan dan diimplementasikan di lingkungan institusi pendidikan seperti universitas / kampus, khususnya untuk mendukung e-learning yang dikembangkan. Di teknologi inipun sudah dimanfaatkan WLan-11 Mbps hingga 54MBps dan sebentar lagi akan diluncurkan protokol Wimax dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Service Provider

Service provider lebih memfokuskan sebagai penyedia jasa pengembangan dan implementasi e-learning di sektor korporat maupun di institusi pendidikan. Layanan pada umumnya mencakup konsultansi, perancangan, integrasi, dukungan teknis dan berbagai jasa pendukung lainnya. Pada prakteknya beberapa e-learning service provider sekaligus menjadi e-learning outsourcing atau penyedia e-learning beserta content-nya bagi beberapa universitas atau institusi pendidikan yang tidak ingin repot dalam mengembangkan dan mengelola sistem e-learning di institusinya.

Beberapa e-learning service provider skala dunia antara lain :

· CollegisEduprise

· Campus Pipeline

· Embanet

· AXG Tecnonexo, dll

Di Indonesia pun, saat ini semakin bermunculan perusahaan IT yang menyediakan jasa sebagai service provider bidang E-learning. Segmen layanannya pun beragam antara lain :

· Jasa konsultasi perancangan dan pengembangan

· Implementator / licensor software e-learning dari vendor tertentu

· Desain dan penyusunan web content

· Pembuatan material training berbasis multimedia

· Penyedia layanan internet broadband connection

· Network integrator, dll

Dukungan Open Source untuk E-Learning

Jangan lupa bahwa produk-produk software e-learning dari berbagai vendor seperti dijelaskan di atas merupakan produk proprietary, sehingga untuk mengimplementasikannya tentunya dibutuhkan investasi dan biaya yang tidak kecil. Komponen investasi terbesar pada umumnya pada kepemilikan lisensi software-software e-learning yang dibutuhkan, baik sistem operasi, aplikasi LMS maupun software authoring untuk desain dan penyusunan material pembelajarannya

Apabila diinginkan efisiensi maka salah satu pilihan adalah pemanfaatan OpenSource software. Cukup menggembirakan bahwa komunitas opensource di dunia ternyata juga telah mulai mengembangkan berbagai aplikasi e-learning.

Dibidang LMS, ada beberapa produk opensource yang telah dikembangkan antara lain :

· A-LMS

· Anemalab

· Forel E-Learning LMS

· OLMS

· ILIAS, dll

Untuk pengembangan content atau material pembelajaran, dapat dimanfaatkan berbagai program authoring di platform Linux seperti : DrawSWF, OpenOffice Impress, dll.

Bagi institusi pendidikan di Indonesia, sejalan dengan program IGOS (Indonesia Goes to Open Source) yang merupakan program pemerintah untuk memasyarakatkan pemakaian opensource, semestinya berani untuk mulai memanfaatkan software-software opensource dalam mengembangkan e-learning di institusinya. Kreatifitas, kemandirian dan tentunya efisiensi akan lebih dirasakan dengan memanfaatkan opensource.

Perkembangan Software E-learning di Indonesia

Pengembangan software e-learning di Indonesia saat ini tampak semakin banyak dilakukan baik oleh institusi-institusi pendidikan untuk kepentingan intern proses belajar-mengajarnya, maupun oleh para vendor profesional untuk kepentingan komersial.

Di bidang pendidikan semakin banyak perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mulai mengembangkan dan mengimplementasikan e-learning untuk melengkapi pola pembelajaran konvensional yang ada. Pengembangan pada umumnya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak ketiga sebagai implementator, integrator dan penyedia layanan komunikasi. SDM intern di institusi tersebut lebih memfokuskan pada pengembangan content atau materi pembelajaran yang akan disampaikan melalui e-learning tersebut.

Salah satu contoh perkembangan e-learning di bidang pendidikan seperti dilansir Detikinet (21/11/2005) :

Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan 20 puluh universitas dari 11 negara di Asis yang tergabung di proyek School of Internet (SoI) Asia, meluncurkan platform Distance Learning atau pembelajaran jarak jauh generasi terbaru, yang pertama di dunia menggunakan teknologi multicast IPv6. Distance Learning dilaksanakan melalui perkuliahan, seminar, workshops, dan event khusus, baik secara real-time (langsung), maupun secara archived (terekam). Universitas-universitas yang jadi anggota, saling berbagi pengetahuan dan tenaga pengajar untuk keperluan mahasiswa-mahasiswa di 20 universitas ini

Untuk kepentingan komersial, semakin banyak pengembang software di Indonesia yang mengembangkan produk-produk software pembelajaran interaktif yang dapat mendukung e-learning. Beberapa produk yang ada di pasaran dikembangkan dengan konsep yang beragam. Beberapa produk dikembangkan dengan mengacu pada kurikulum pendidikan formal yang berlaku sehingga produk tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dimanfaatkan di institusi pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Pengembang lain memilih mengembangkan produk pembelajaran dengan materi yang bersifat lebih umum.

Beberapa contoh produk software pembelajaran di Indonesia :

· Pesona Fisika dan Pesona Matematika untuk SMP, SMA dari Kuantum Inti Dinamika

· Belajar Matematika Bersama Mr.Sicerdas untuk SD-SMP-SMA dari Wahana Komputer

· Software EduGames Maximize Studio untuk tingkat SD

· Software Anak Cerdas dari Akal Interaktif

· Software Tutorial Komputer dari BambooMedia, dll

Di bidang opernsource, terdapat pula penyedia content e-learning yang saat ini semakin berkembang dan semakin banyak dimanfaatkan yaitu IlmuKomputer.com. Situs e-learning nirlaba ini dikembangkan secara opensource, sehingga pembelajar dapat mengakses dan mendownload material-material tutorial seputar dunia komputer secara gratis.

Perkembangan Selanjutnya

Untuk masa mendatang, perkembangan e-learning di Indonesia diyakini akan semakin pesat. Terlebih dengan kondisi perekonimian masyarakat yang semakin terpuruk karena dampak kenaikan BBM dan tingkat inflasi yang sedemikian tinggi.

E-learning akan semakin banyak diimplementasikan di universitas-universitas di tanah air. Di sektor korporat, diawali dari perusahaan-perusahaan besar PMA maupun PMDN akan mulai menerapkan kebijakan distance-learning atau pembelajaran jarak jauh untuk pelatihan bagi para eksekutif dan karyawannya, untuk memangkas biaya overhead pelatihan yang tinggi.

Meningkatnya kebutuhan implementasi dan resource e-learning, akan semakin menarik dan mendorong pengembang-pengembang lokal untuk menekuni bidang ini. Produk-produk software pendukung e-learning baik pengembangan content maupun software pengelola e-learning (LMS) akan semakin bermunculan, demikian juga perusahaan yang menyediakan jasa implementator.

Bagaimana perkembangan di dunia, dari hasil riset dapat diketahui gambaran pertumbuhan implementasi e-learning di dunia menurut IDC (International Data Corporation) : total pasar untuk pelatihan di sektor korporat sebesar US$66 miliar, dan rata-rata akan meningkat 5% per tahun. Termasuk di dalamnya pasar pelatihan korporat dengan basis on-line web training akan meningkat dari $2 miliar di tahun 2003 ke $11.5 miliar di tahun 2005.

Kemudian untuk sisi teknologi, software-software e-learning akan dikembangkan mengarah ke konsep Rapid-Development, yaitu pengembangan materi yang mudah dan cepat. Berbagai fitur dan fasilitas yang interaktif dan lengkap akan mempermudah dan mempercepat kita dalam mendesain, menyusun dan mengembangkan berbagai materi pembelajaran untuk mendukung e-learning.

Selesai

Referensi

  1. http://www.adlnet.org/scorm
  2. http://www.blackboard.com
  3. http://www.elearning-reviews.org
  4. http://www.elearningconsulting.com
  5. http://www.detikinet.com
  6. http://www.knowledgepresenter.com
  7. http://www.macromedia.com
  8. http://www.microsoft.com
  9. http://www.plateau.com
  10. http://www.saba.com
  11. http://www.trainingplace.com

KonSep Pengembangan Smart School

Saat ini perkembangan teknologi informasi telah banyak mendukung kemajuan bidang pendidikan. Banyak kesulitan atau masalah yang dapat dipermudah atau diatasi dengan peran teknologi informasi. Seperti penyimpanan data, pengolah kata, pengolah data (spread sheet), keuangan, manajemen informasi, dan lain sebagainya.
Namun, dengan keberadaan teknologi ini pula, tidak sedikit pula kerugian yang dialami institusi-institusi termasuk pendidikan yang disebabkan tidak berimbangnya cost yang dikeluarkan dengan benefit yang dihasilkan. Seperti penyediaan infrastruktur teknologi informasi - komputer, internet, jaringan, multimedia, website dan lain sebagainya - yang bernilai ratusan juta, tapi hasil yang diperoleh tidak memuaskan. Juga banyaknya perangkat yang 'idle' dikarenakan adanya ketidaksiapan sumber daya yang tersedia, sehingga tidak bisa mengoptimalkan resource yang ada.
Oleh karena itu, diperlukan langkah kebijakan yang tepat, yang dapat menyeimbangkan infrastruktur yang ada dengan kemampuan sumber daya pelaksananya. Sehingga adanya infrastruktur tersebut, akan betul-betul dapat optimal dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada.
Di bawah ini, kami mencoba memberikan gambaran beberpa alternatif sistem informasi yang bisa diterapkan di bidang pendidikan. Sistem sekolah ideal kami sebut disini sebagai smart-school, sebagai sekolah yang memiliki tingkat kualitas yang tidak perlu diragukan (bidang teknologi informasinya).

Pengembangan Website
Memiliki sebuah website dalam era sekarang ini, mungkin bukan sesuatu yang istimewa lagi. Namun, memang masih sulit menyediakan informasi yang betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun siswa sendiri. Bagaimana keberadaan website tersebut dapat secara optimal bisa dimanfaatkan oleh kalangan pendidikan, ada beberapa fitur yang bisa dijadikan alternatif untuk dibangun di dalamnya.

Content/Isi
Di bawah ini, diberikan beberapa contoh content yang bisa ditambahkan di sebuah website sekolah, antara lain :
- Forum Siswa (ini percakapan antar pengguna website)
- PHPWiki (seperti buku online, setiap user dapat mengedit halaman2nya)
- Data profil guru, siswa & sekolah
- Data kegiatan sekolah
- Data akademis (data nilai siswa - harus login)
- Lomba/Kontes Online (untuk menarik minat siswa mengunjungi website)
- Pengalamanku (untuk cerita-cerita antar siswa )
- Opini Siswa (menjaring pendapat siswa)

Maintenance
Selain itu, agar isi website betul-betul dinamis dan up to date, harus dipertimbangkan juga metode pemeliharaannya. Sehingga proses pemeliharaaannya pun, tidak rumit atau sulit, sehingga tidak memberatkan pihak webmaster. Beberapa alternatif yang bisa ditempuh, antara lain :
  • Membuat template dinamis (Content Management System), dimana tampilan halaman dapat diubah setiap saat, tanpa harus mengubah programming.
  • Peran database. Beberapa isi halaman yang sering diubah, seperti berita, opini, kegiatan, dan lain-lain, sedapat mungkin diperoleh dari database.

Desain
Desain yang bagus sebenarnya tidak harus indah. Artinya, keindahan sebenarnya hanya akan sekali dinikmati oleh pengunjung, yaitu ketika pertama kali berkunjung. Selanjutnya, dia akan menilai faktor komunikatiftidaknya, sehingga dia akan berkunjung kembali atau tidak ke website tersebut.
Untuk membuat desain web hingga komunikatif, tidak terlalu sulit. Misalnya, pengaturan menu yang teratur (konsisten), pewarnaan yang normal (tidak terlalu monoton atau terlalu ramai), huruf yang jelas dibaca, dan lain-lain.

E-learning tools
Untuk mengoptimalkan sumberdaya teknologi informasi, sebenarnya akan sangat bermanfaat lagi jika dapat digunakan untuk pengembangan e-learning (belajar secara elektronik). Dimana website, atau komputer tidak sekedar untuk belajar komputer itu sendiri, tapi juga menunjang mata pelajaran lainnya. Sehingga siswa betul-betul aktif sebagai user, tidak sekedar penikmat saja.
Contoh kasus di atas adalah adanya fitur PHPWiki (http://www.phpwiki.org) yang bisa digunakan untuk latihan membuat dokumen secara online dan realtime. Kemudian pembuatan kuis, ujian, atau lomba online juga akan meningkatkan penghematan terhadap kertas selain juga meningkatkan gairah siswa dalam menggunakan resource teknologi informasi.
Studi kasus yang lebih baik lagi adalah jika mampu diciptakan sebuah fitur yang berisikan aplikasi-aplikasi online maupun offline untuk menunjang sistem pembelajaran mata pelajaran umum. Seperti biologi, fisika, atau matematika. Sistem ini bukan seperti buku yang ditransfer ke media elektronik, tapi merupakan media interaktif - seperti animasi komputer - sehingga siswa tidak saja melihat hasil prosesnya, tapi juga melihat peragaan sebeanarnya. Sehingga mereka akan lebih mudah memahami teori yang ada. Seperti contoh :

Gambar animasi Hukum Archimides.
Siswa dapat memberi beban di atasnya sampai kapal tersebut bisatenggelam.

m-shoool communication
m-school adalah sebuah teknologi yang terdiri dari sebuah perangkat komputer dan modem sms, yang dapat mengirim dan menerima sms dalam jumlah besar dalam sekali waktu (ratusan sms per detik). Biasanya tekologi ini digunakan untuk polling atau kuis di televisi atau perbankan yang sering disebut dengan m-banking.

Pengembangan teknologi mobile saat ini sebenarnya lebih relevan untuk bisa diterapkan di masyarakat Indonesia. Karena bagaimanapun, pengguna internet kalah jauh dengan pengguna handphone. Untuk itu penerapan m-school sebenarnya bisa dijadikan alternatif yang cukup memungkinkan. Misalnya proses pendaftaran, informasi ujian, kegiatan sekolah, keluhan dan lain sebagainya.

Dukungan sistem m-school akan memungkinkan pihak sekolah mengirim informasi ke siswa atau wali murid, cukup dengan sekali kali kirim sms. Demikian juga, pihak siswa atau wali murid dapat setiap saat mengirim sms ke sekolah, tanpa harus takut tidak terbaca (misal kehapus atau penuh seperti di handphone). Karena semua akan ditampung ke dalam database. Sehingga setiap waktu dapat diperiksa oleh pihak sekolah.

Jika sms tersebut adalah keluhan atau informasi yang harus dibaca oleh pihak sekolah, maka sistem akan secara otomatis menyimpannya di data tertentu, hingga pihak-pihak tertentu saja yang bisa membaca. Sebaliknya, jika sms tersebut adalah berjenis permintaan data tertentu, misalnya nilai seorang siswa, maka sistem dapat secara otomatis memproses data yang diminta dan mengirim informasi kembali ke peminta dalam bentuk sms pula.

Sistem ini telah nyata bermanfaat untuk sistem pelaporan pendaftaran siswa di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Dimana dengan pendaftar di berbagai penjuru tanah air, tentu akan sangat menyulitkan untuk memeriksa hasil ujiannya. Dengan aplikasi m-school mereka sangat terbantu karena dengan cukup berkirim sms, sudah bisa mengetahui apakah diterima atau tidak di sekolah tersebut.